Manisnya Rupiah dari Ternak Domba dan Kambing
By admin on Jun 18, 2010 with Comments 3
Kambing merupakan salah satu jenis hewan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik skala kecil atau besar. Kebanyakan Peternak kambing masih menggunakan cara berternak tradisional dimana kambing di siang hari dilepas ke ladang atau sawah dan peternak mencari rumput disawah atau di ladang. Tentu cara ini sangat menyita waktu dan tenaga. Disamping itu sangat tergantung dari hijauaan yang tersedia.
Bagaimana agar ternak kambing bisa mendatangkan Rupiah yang manis dan peternak dapat duduk manis sembari menikmati kopi ? Salah satu cara adalah dengan mengintensifkan pola ternak kambing/domba dengan cara kambing di masukkan dalam kandang baterei sperti ayam petelur juga penggunaan pakan kosentrat dan tidak lagi tergantung dari hijauan.
Apakah cara tersebut menguntungkan ? Tentu cara ini lebih menguntungkan baik Rupiah, efesiensi waktu dan tenaga serta lebih terkontrol. Lalu bagaimana dengan harga kosentrat untuk kambing/domba ? Semua bisa diatur dan disiasati dengan menggunakan limbah pertaniaan yang ada disekitar.
Sebagai gambaran, saat ini :
- harga bibit kambing Rp. 23.000/kg (antara Rp. 21.000 – Rp. 24.000)
- harga kosentrat Rp. 1200,-/kg (bisa kurang kalau buat sendiri)
- pertambahan per bulan rata-rata 4,5 kg
- harga jual Rp. 21.000,- (harga terendah saat ini)
Kalau bibit kambing/domba diambil rata-rata 14 kg/ekor maka : 14 x 23.000 = Rp. 322.000,-/ekor
Jika dijual 6 bulan kedepan maka :
Petambahan berat :4,5 x6 = 27 kg
Jadi berat kambing waktu dijual rata-rata 14 + 27 = 41 kg
Pendapatan kotor 41 x 21.000 = Rp. 861.000,-/kg
Total biaya yang dikeluarkan :
Biaya pakan : 1200 x 30 x 6 = Rp. 216.000,-/ekor
Biaya bibit : 23.000 x 14 = Rp. 322.000,-/ekor
Total biaya operasional perekor kambing = Rp.538.000,-
(belum termasuk biaya tenaga kerja dianggap dikerjakan sendiri)
Jadi total pendapatan bersih : 861.000 – 538.000 = Rp. 323.000/ekor
Dari hasil perhitungan tersebut Anda bisa mengitung sendiri perkiraan pendapatan yang akan diperoleh jika jumlah ternak le bih banyak. Dari pengalaman beberapa peternak 1 orang tenaga (pegawai) dapat mengurusi/merawat kambing sebanyak 150 ekor dan dari pengamatan webinfobisnis.com banyak nganggurnya.
Bagaimana agar penghasilan bisa lebih besar lagi ? Anda harus bisa memanfaatkan limbah pertanian dan ternak ayam sebagai menu pakan kambing. Bahan yang dapat Anda gunakan untuk kosentrat kambing antara lain :
- limbah kangkung (rendeng kangkung)
- kulit dan batang kedelai
- kulit ari kopra
- katul
- kulit kopi
- kelenteng (biji kapuk)
- jerami
- kulit kacang
- katul
- kotoran ayam
Bahan-bahan tersebut dicampur kemudian difermentasi dengan bakteri probiotik. Tujuan fermentasi adalah untuk membunuh bakteri merugikan dan meningkatkan protein serta dapat menghilangkan bau kotoran sehingga ternak akan lebih sehat.
Sebagai catatan sebaiknya gunakan limbah lokal yang terdapat di sekitar.
Selamat beternak semoga sukses.
Related Posts :
Setelah lama memikirkan dan beberapa kali konsultasi dengan beberapa pengusaha serta mengikuti pelatihan untuk pengembangan da ...
Ikan yang berkumis dan licin serta gesit ini sangat populer sebagai masakan khas yang banyak di jadikan menu warung-warung ma ...
Kelinci, ya.. mengapa mesti kelinci ? Apa ngak ada yang lain ? Binatang kecil imut ini sangat propektif dan potensial untuk d ...
Webinfobisnis.com : Kangkung biji yang dimaksud disini adalah biji kangkung hasil tanaman kangkung biasa yang diambil bijiny ...
Sayur kangkung sangat dikenal oleh masyarakat, baik daerah perkotaan atau pedesaan. Kebutuhan sayur kangkung yang sangat b ...
Filed Under: featured • prospek dan potensi bisnis
About the Author:







[...] Detail Iklan: Teknik Ternak kambing | Informasi Peluang Bisnis Share and [...]
[Translate]
makasih informasinya tentang ternak kambing,,skr sy juga pengen nyoba ternak kambing…
[Translate]
Semoga sukses
[Translate]